Ini 6 Rekomendasi yang Dihasilkan Forum Rektor Indonesia

Ini 6 Rekomendasi yang Dihasilkan Forum Rektor Indonesia

MAKASSAR – Sebanyak 527 pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta seluruh Indonesia yang mengikuti Konvensi Kampus XIV dan Temu Tahunan XX Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) 2018 di Unhas juga menyepakati enam rekomendasi serta pernyataan sikap.

Rekomendasi pertama adalah mendorong PT untuk melakukan inovasi dan riset yang dapat dimanfaatkan secara optimal dalam menyokong sektor ekonomi serta daya saing bangsa di tengah arus percaturan global. Ketua Dewan Pertimbangan FRI 2017 Rochmat Wahab yang membacakan rekomendasi-rekomendasi dalam penutupan konferensi, kemarin, menilai perubahan secara masif saat ini diyakini akan memengaruhi sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kedua, mendorong Kemenristekdikti perlu melakukan debirokratisasi kelembagaan dan deregulasi perizinan bagi pembentukan prodi-prodi baru serta terobosan baru untuk menjawab persoalan era disrupsi dan revolusi Industri 4.0.

Ketiga, meminta kepada pemerintah menyusun dan menetapkan kebijakan yang mendorong pihak industri agar bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk melakukan riset dan inovasi bernilai ekonomi serta berdampak langsung kepada kesejahteraan masyarakat.

Keempat, PT juga dituntut untuk mengembalikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui berbagai strategi dan langkah yang harus dilakukan oleh semua institusi. Dengan mengembalikan nilai-nilai Pancasila, menciptakan karakter bangsa yang menjadi pondasi utama dalam mempersiapkan kader dan sumber daya manusia berkualitas serta berdaya saing tinggi menghadapi disrupsi peradaban.

Kelima, miminta kepada DPR, DPD, dan pemerintah bersama MPR mengadakan joint session untuk untuk menyusun haluan negara dalam perencanaan pembangunan nasional. Dengan GBHN tersebut diharapkan dapat dikembalikannya kedaulatan rakyat untuk mencapai kesejahteraan dan pembangunan nasional yang berkeadilan sosial.

FRI juga menetapkan kelompok kerja (pokja) sesuai dengan dinamika perkembangan di era revolusi industri 4.0, di antaranya pokja pembangunan ekonomi nasional, pokja penguatan demokrasi Pancasila, pokja pendidikan tinggi berdaya saing, pokja kepemimpinan nasional cerdas dan berkarakter, dan pokja ketahanan pangan.

FRI juga menetapkan. Dwia Aries Tina Pulubuhu sebagai FRI 2018. Selain Dwia, Rektor Univesitas Lambung MangkuratSutarto Hadi terpilih sebagai Wakil Ketua FRI. Keduanya akan menjalankan tugas dan amanah mengelola FRI untuk periode setahun mendatang.

“Kami mengharapkan dukungan seluruh pihak untuk dapat melaksanakan tugas dan amanah ini. Di forum rektor ini kita akan bersinergi bersama-sama,” ujarnya saat memberikan sambutan sesaat setelah menerima mandat.

Mantan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh juga menilai perlunya kemampuan adaptasi bagi setiap generasi agar bisa bertahan untuk jangka panjang. Hal inilah yang sudah seharusnya dilakukan kalangan PT agar tidak gagal dalam melakukan penyesuaian zaman.

“Dengan mencermati berbagai potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, saya percaya bahwa Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi kekuatan baru dunia pada masa mendatang. Apalagi, berbagai estimasi dari lembaga-lembaga internasional memperkuat hal tersebut,” terangnya.

Cendekiwan Islam Azyumardi Azra yang menyampaikan presentasi bertema Consolidating Indonesian (Pancasila?) Democracy: Revitalization of Nationalism memaparkan tentang posisi demokrasi dalam membangun nasionalisme di Indonesia, serta tantangan-tantangan apa saja yang dihadapi. “Saya berharap rektor-rektor perguruan tinggi memainkan peran strategis dalam mendorong demokrasi dan nasionalisme,” katanya.

Untuk memainkan peran tersebut, ia menjelaskan akselerasi peningkatan kualitas universitas harus lebih kompetitif dalam mempersiapkan generasi intelektual dan pemimpin. Selain itu, PT juga harus merevitalisasi peran etika, moral, dan sosial dari setiap kepemimpinan universitas baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional untuk kepentingan bangsa dan negara.